Penjelasan Bab Perintah Beriman kepada Allah Ta'ālā dan Rasul-Nya #3
قوله (وَفِي الْقَوْمِ رَجُلٌ أَصَابَتْهُ جِرَاحَةٌ) Ucapannya: (“Dan di tengah kaum itu ada seorang laki-laki yang terkena luka”). وَاسْمُ هَذَا الرجل جهم Dan nama laki-laki ini adalah Jahm. وَكَانَتِ الْجِرَاحَةُ فِي سَاقِهِ Dan lukanya berada di betisnya. قَوْلُهُ صلى الله عليه وسلم (فِي أَسْقِيَةِ الْأَدَمِ الَّتِي يُلَاثُ عَلَى أَفْوَاهِهَا) Sabda Nabi صلى الله عليه وسلم: (“Dalam qirbah-qirbah dari kulit yang ‘yulaatsu’ pada mulut-mulutnya”). أَمَّا الْأَدَمُ فَبِفَتْحِ الْهَمْزَةِ وَالدَّالِ جَمْعُ أَدِيمٍ Adapun *al-adam* (kulit) dibaca dengan memfathahkan hamzah dan dal, ia adalah jamak dari *adiim*. وَهُوَ الْجِلْدُ الَّذِي تَمَّ دِبَاغُهُ Dan ia adalah kulit yang telah selesai disamak. وَأَمَّا يُلَاثُ عَلَى أَفْوَاهِهَا فَبِضَمِّ الْمُثَنَّاةِ مِنْ تَحْتُ وَتَخْفِيفِ اللَّامِ وَآخِرُهُ ثَاءٌ مُثَلَّثَةٌ Adapun *yulaatsu ‘ala afwaahihaa* dibaca dengan mendhammahkan huruf ta’ yang bertitik dua di bawah, mentakhfif (meringankan) huruf lam, dan di akhirnya ada tsa’ (ث) bertiga t...